[FF/ONESHOT/FAMILY] JUST FOR YOU, BURNING !!

Annyeong para readers? Gimana kabarnya?

Si author nulis FF ini untuk yeobo saya yang lagi berulang tahun(?) #plakk

Saengil chukka hamnida buat jonghyun oppa,

Mian kalo FF nya jelek, harap di maklumi. Kke~.

Aratso. Silakan di baca saja.. ne? >.<

CHECK IT OUT~!!

Tittle     :

  • JUST FOR U, BURNING ~

Author  :

  • AlviMagnaeHyun

Main cast:

  • Lee Jong hyun
  • Kang Min Hyuk
  • Jung Yong Hwa
  • Lee Jung Shin

Support cast:

  • Lee Joon Min *si author*
  • Manager Jun

Genre   :

  • Family

Rating   :

  • PG-18

JONG HYUN P.O.V

——————————- 14 MEI 2011 ——————————-

Pagi ini aku dibangunkan oleh Minhyuk, dia adalah dongsaeng yang sudah menjadi rekan kerjaku saat terbentuknya CN.BLUE. CN.BLUE adalah sebuah group band yang terbentuk karena kita berempat mempunyai skill dalam bidang musik, parahnya kita sangat buruk dalam hal dance, kke~. Memang kita mempunyai kamar yang berbeda. Jung Yong Hwa yang biasanya dipanggil Yong Hwa hyung, dia adalah leader CN.BLUE dan aku mempunyai kamar sendiri dengan alasan aku dan hyung sudah dewasa. Sedangkan Minhyuk dan Jungshin, umur mereka sama dan masih tergolong kecil sehingga mereka berdua bergabung menjadi 1 kamar. Sejujurnya aku sangat suka dengan sifat Minhyuk, karena dia sering membangunkan para member CN.BLUE yang masih asyik mengunjungi ke dream land(?), karena badanku sangat pegal aku pun melanjutkan tidurku dan menghiraukan ajakan Minhyuk untuk sarapan pagi bersama-sama. Aku terjatuh tengkurap saat mengetahui Minhyuk telah menarik kakiku hingga terjatuh dari tempat tidurku. Dia menggeret tanganku dan mengajak semua member lainnya untuk sarapan pagi.

“Akhirnya, kalian semua sudah bangun dan duduk manis disini. Keurom, siapa yang akan membuat makanan hari ini?”

“Kau !!” Jawaban singkat dariku, Jungshin, dan Yonghwa hyung.

“Mwo? Wae? Apa harus aku yang melakukannya?”

“Kita semua masih mengantuk Hyuk, dan hanya kau yang masih bersemangat pagi-pagi. Keurom, lalukan saja! Kau kan dongsaeng yang baik!” Jawab Yonghwa hyung sambil mengucek kedua matanya yang masih merah.

“Aish, aku sudah melakukannya hampir setiap hari. Mengapa bukan Jonghyun hyung, Jungshin, atau kau saja yang melakukannya hyung!”

“Minhyuk~aa, apa kau lupa? Jika Jonghyun yang memasak kita akan memakan sup daging babi atau ddukbokki lagi karena semua itu adalah makanan favoritnya. Jika Jungshin, lagi-lagi kita akan memakan spageti buatannya karena Jungshin hanya bisa memasak spageti. Apalagi aku? Apa kau mau dorm kita terbakar gara-gara aku yang memasak? Aku sama sekali tidak bisa memasak!”

“Aigoo, jika tidak ada aku disini mungkin kalian semua sudah mati kelaparan! Aratso, aku yang membuat makanannya!”

“Horeeeeeee…… We are the campions !!” Kataku, Jungshin, dan Yonghwa hyung bersamaan dan bersorak-sorak bergembira seperti halnya mendapatkan kemerdekaan di suatu Negara(?).

Saat Minhyuk sedang berkonsentrasi dengan masakannya, Yonghwa hyung mulai mendekatiku dan membisikkan sesuatu di telingaku.

“Jong~goon, bagaimana kalau kita buat Minhyuk marah hari ini?”

“Mworago? Hajiman, untuk apa hyung?”

“Mollayo, aku ingin melihat ekpresi Minhyuk saat marah sekali lagi. Kau bias membantuku kan? Jebal !!”

“Na molla hyung, aku tidak yakin!”

“Wae? Jebal, Jong!”

“Hyung? Ada apa? Kenapa kau berbisik?” Kata Jungshin yang ikut mendekat ke arahku.

“Kita sedang merencanakan sesuatu!”

“Katakan padaku hyung, katakan?”. Belum sempat Yonghwa hyung berbicara, Minhyuk sudah menghampiri kita sambil membawa masakan yang bau saja di buatnya.

“Tada~… ini terlihat sangat bagus kan?”

“Uwah.. jjang!” Aku tertegun melihat makannya karena dari tadi  suara gendang perutku berbunyi.

“Minhyuk~aa, tampilan itu tidak penting hajiman rasa yang menjadi nomor 1”

“Ne hyung, ahh~ aku juga membawa jeruk, tunggu sebentar aku akan mengambilnya!”

“Ne, kau pasti tidak akan melupakan buah itu karena buah itu adalah buah favorite mu!” Kataku sambil mengambil sesendok makanan yang ada di dalam panci.

“Minhyuk hyung, apa ini sup kimchi? Kelihatannya seperti sup kimchi?” Kata Jungshin sambil melihat makanan yang sudah di sendoknya.

“Ne, itu memang sup kimchi. Waeyo?” Minhyuk datang dengan membawa banyak sekali jeruk karena dia sangat senang sekali memakannya.

“Jinjja? Gwaenchanaeyo. Aku sangat senang dengan kimchi!”

“Jungshin~aa, apa benar kau sangat menyukai kimchi?” Kata Yonghwa hyung sambil memakan sesuap sup kimchi.

“Ne hyung, waeyo?”

“Jeongmal? Siapa yang lebih kau sukai, kimchi atau CN.BLUE?”

“Mwo? Kenapa kau bertanya seperti itu, hyung?” Wajah Jungshin terlihat shock setelah mendengar pertanyaan dari hyung-nya itu.

“Aku hanya bertanya, mengapa kau tak menjawab?”

“…” Tetap tidak ada jawaban satupun dari mulut Jungshin. Aku dan Minhyuk tertawa terbahak-bahak melihat ekpresi Jungshin yang aneh seperti avatar(?).

“Wae? Kau tidak berani menjawabnya?”

“Anio, aku suka CN.BLUE dan kimchi !!”

“Jawaban apa itu? Kau harus memilih salah satu!”

“Jal meoggessseubnida !!” Kata Jungshin dan segera melahap masakan dari Minhyuk dan kita bertiga hanya tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Perutku terasa sangat keyang setelah memakan semua makanan yang sudah di siapkan Minhyuk, termasuk sup kimchi yang rasanya sangat lezat. Setelah kita semua selesai makan, kita mulai memakan jeruk yang sudah Minhyuk bawa untuk makanan penutup. Aku ingat dengan apa yang Yonghwa bisikan padaku tadi bahwa aku harus membantunya untuk membuat Minhyuk marah meskipun aku tidak tahu apa maksud dari hyung. Hajiman, aku akan mencobanya. Karena Minhyuk tidak senang dengan kotor, aku akan membuang kulit jeruk ini dimana-mana agar kulit jeruk itu berceceran di setiap tempat dan itu akan membuat mood Minhyuk down.

“Hyung? Apa yang kau lakukan? Membuang kulit jeruknya sembarangan tempat?”

“Uh? Jinjja? Mianhae!” Aku memasang wajah innocent agar Minhyuk tidak mengira bahwa aku memang sengaja melakukannya.

“Waeyo? Ini sangat menjijikkan, aku benci semua ini. Hyung, kau sudah membuat mood ku down dan aku sangat senang saat tahu bahwa kau tidak sekamar denganku!” Minhyuk segera beranjak dari duduknya dan memunguti semua sampah yang sudah sengaja aku buang disembarang tempat. Melihat itu aku, Jungshin, Yonghwa hyung sangat senang melihatnya dan akhirnya Yonghwa hyung memberiku satu jempolnya(?). Yonghwa hyung mulai mendekatiku lagi dan membisikkannya di telingaku.

“Jonghyun~aa, cepat pergi ke kamar Minhyuk dan pinjam kameranya”

“Mwo? Untuk apa, hyung?”

“Aku ingin mengabadikannya, hurry!” Yonghwa hyung mendorongku agar segera masuk ke kamarnya dan mengusirku seperti mengusir kucing tetangga. Aku mengendap-endap masuk ke kamarnya dan mengambil kamera milik Minhyuk.

“Minhyuk~aa, aku pinjam kameramu ne?”

“Ahh ne~, ambil sendiri di kamarku hyung!”. Aku sudah mengambilnya, Hyuk! Aku harap ini sangat mengasikkan bagiku dan mereka berdua.

Bruukkk!!, tanpa sengaja aku menjatuhkan kamera milik Minhyuk satu-satunya. Aku sangat terkejut melihat kamera itu jatuh dan tidak bias dinyalakan. Yonghwa hyung dan Jungshin menundukkan kepalanya dan menepuk jidatnya sendiri dan aku mulutku ternganga lebar melihatnya. Minhyuk segera menghampiriku dan mengambil kameranya yang sudah jatuh.

“Hyung, apa yang kau lakukan dengan kameraku? Kau tahu kan ini kamera dari fans? Aku ingin menjaganya, hajiman mengapa kau merusaknya?”. Aku hanya terdiam kaku melihatnya marah. Kali ini Minhyuk benar-benar marah karena aku sudah merusak barang berharganya. Aku mencoba untuk mengatakan “mianhae” hajiman mulutku kaku dan tidak bisa digerakkan, aku terus berusaha mengucapkannya tetapi tidak bisa.

“Hyung, kau benar-benar……! Aku membencimu hyung!!”. Aku hanya bisa melihat Minhyuk yang pergi ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya sangat keras sekali. Aku segera menghampiri mereka berdua yang masih menundukkan kepalanya.

“Aigoo, eotteoke? Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu!”

“Itu salahmu hyung, mengapa kau sangat ceroboh sekali?”

“Mworago? Aku adalah hyung-mu, kau seharusnya memakai bahasa yang formal dan lebih menghormatiku!”

“Jungshin benar, memang kau yang salah dan yang lebih parahnya lagi, kau tidak mau meminta maaf dengannya”

“Aku sudah mencoba untuk mengatakannya hyung, hajiman…..!” Aku memotong perkataanku dan menundukkan kepalaku.

“Keurom? Kau malu mengatakannya karena kau adalah hyung-nya? Jika kau salah, kau seharusnya meminta maaf dan jangan bersikap seperti anak kecil!”. Aku beranjak dari dudukku dan segera berdiri di hadapan mereka.

“Mworago? Huh? Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak menyuruhku, hyung! Mengapa semuanya jadi seperti ini? Dari awal aku sudah bilang aku tidak yakin melakukannya tetapi kau tetap memaksaku!”

“Aku hanya bilang jebal, aku tidak memaksamu atau mengancammu! Keurom, siapa yang salah? Aku atau kau?”.

“Ahh~ mollayo. Aku ingin ke kamar menemani Minhyuk!” Jungshin berdiri dan pergi ke kamarnya untuk menemui Minhyuk. Aku menyandarkan tubuhku ke dinding dan menutup mataku dengan satu tanganku. Saat aku membuka mataku ternyata Yonghwa hyung sudah tidak ada di ruangan ini. Aku masih melihat kamar Minhyuk yang masih tertutup. Aku terkejut saat handphone ku berdering, aku segera melihat layer LCD dan menjawab telephon dari yeojachingu-ku.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo, oppa? Kau di rumah kan?”

“Ne, waeyo?”

“Aigoo, aku sudah ada di depan rumahmu oppa. Cepat keluar dan ajak aku masuk!”. Belum sempat aku membalas ucapannya dengan cepat dia menutup telephon-nya. Aku segera lari ke luar dan melihat sosok yeoja yang sangat menawan sedang berdiri di depan pintu.

“Aigoo oppa, aku sangat kedinginan karena saat aku datang kesini hujan turun begitu saja dan aku lupa tidak membawa jaket dan payung!”

“Jinjja?” Kataku sambil membawakan tas yang sudah ia bawa.

“Kau tak percaya? Kenapa sikapmu sangat aneh hari ini?”

“Mwo? Aku aneh?”

“Pikirkan sendiri kata-kata itu!” Katanya sambil melepas sepatunya, masuk ke ruang tengah dan duduk di sofa. Aku hanya meletakkan tasnya dan duduk di sampingnya.

“Oppa, mengapa dorm mu sepi seperti kuburan? Dimana member-member yang lain?”

“Dia sedang berkumpul di kamar Minhyuk”

“Mwo? Apa yang mereka lakukan?”. Kulihat Joon Min berdiri dan menuju ke kamar Minhyuk, dia mengetuk pintu kamarnya.

“Annyeong haseyo, ne aku baru saja datang! Ahh~, aku bawakan sesuatu untuk kalian sunbaenim!”. Aku mendengar semua ucapan dari Joon Min, setelah menghampiri mereka bertiga Joon Min berhasil membawa mereka ke ruang tengah dan mengajaknya berbicara. Joon Min beralih ke tasnya dan membuka semua isi tas yang telah ia bawa.

“Tada~, aku bawakan kalian sandwich! Aku harap kalian senang memakannya!”

“Wahh, kami sangat senang memakan sandwich!” Minhyuk segera mengambil sandwich yang ada di kotak makan dan memakannya dengan penuh senyuman. Aneh memang, wajahnya berubah seketika saat Joon Min datang. Aku hanya melihat mereka dengan penuh senyuman saat memakan sandwich itu karena Joon Min tidak menawarkannya untukku.

“Ommo? Mianhae oppa aku lupa tidak menawarkannya padamu! Kau mau? I go!” Joon Min memberikanku 1 potong sandwich dan aku pun menerimannya.

“Gomawo!” Ucapku dan segera memakan sandwich itu, aku segera memuntahkan sandwich itu saat masuk ke dalam mulutku.

“Oppa? Wae? Kenapa kau memuntahkannya? Kau tidak suka?”

“Kau meletakkan keju disini?” Kataku sambil menunjukkan sandwich kehadapannya.

“Ne, wae?”

“Apa kau tidak tahu? Aku sangat tidak suka memakan keju!”

“Jeongmal? Apa itu benar? Mengapa aku tidak bisa mengetahuinya?”

“Ne, Jonghyun benar. Dia sangat tidak suka memakan keju!” Bela Yonghwa hyung untukku dan menggigit sedikit sandwich.

“Seharusnya kau bisa bersyukur sudah di kasih sandwich!” Minhyuk menyindirku, emosi ku mulai naik karena Minhyuk selalu cari perhatian dengan Joon Min dan sikap itu pun berbeda dari biasanya. Mengapa sikapmu seperti itu, Hyuk? Kau sangat berbeda dan kau selalu mencari perhatian dengan Joon Min. Aku hanya melihatinya yang sedang asyik memakan sandwich.

“Aigoo, sudahlah jangan seperti itu!” Joon Min berusaha meredamkan amarah antara aku dan Minhyuk.

“ Joon Min~aa, apa kau mau aku ajarkan bagaimana bermain bass?” Jungshin menawarkan permainan bass-nya.

“Bass? Wah, aku sangat suka. Bisakah kau mengajariku?”

“Ne, aku akan mengajarimu. Tunggu sebentar, aku akan mengambil bass ku!” Jungshin berdiri dan menuju ke kamarnya untuk mengambil bass. Dia duduk di depan Joon Min sambil menunjukkan permainan bass-nya.

“Ini namanya fingering, yang seperti ini namanya slapping. Bass lebih baik daripada gitar kan?”

“Ne, bolehkah aku mencobanya?”

“Ne, I go!” Jungshin memberikan bass nya dan mengajari Joon Min dengan penuh semangat dan aku hanya bisa melihati gerak-gerik mereka berdua.

“Bass ini lebih panjang dan lebih berat jika dibandingkan dengan gitar, jadi kau harus memegangnya dengan kuat!”

“Berat mana bass mu dengan drum-nya Minhyuk?” Yonghwa hyung mulai mengeluarkan leluconnya.

“Anio, mengapa kau bertanya seperti itu, hyung?”.

“Jungshin sunbae, bagaimana selanjutnya?” Joon Min tampak kebingungan memegang bass karena dia belum pernah memegang alat musik selain gitar yang telah aku ajarkan.

“Pertama letakkan tanganmu seperti ini, kemudian ini yang biasanya di sebut pickup. Letakkan ibu jarimu di atas pickup ini. Dari sini, tempat kedua dari jarimu! Seperti itu, dan kau bisa mencobanya!”. Joon Min berhasil memainkannya, dan kita semua sangat senang melihatnya termasuk aku yang menjadi namjachingu-nya.

“Ini adalah string keempat, apakah kau bisa memainkan string yang ketiga?” Tangan Jungshin semakin dekat dengan tangan Joon Min. Aku segera bereaksi dan memegang tangan Jungshin.

“Apa yang kau lakukan, hyung? Aku sedang mempelajarinya!”

“Kau mau menyentuh tangannya, kan?”

“Kau selalu negative thinking, apa kau tidak bisa melihat kenyataannya?”. Aku hanya terdiam saat Jungshin mengatakan itu dan melihat aksi Jungshin yang sedang mengajarkan bagaimana cara bermain bass.

“Mood ku sudah down, lebih baik kau berpindah ke drum saja! Aku sudah malas mengajari karena ada seseorang yang terlalu cemburu dan berpikiran tidak-tidak padaku!” Jungshin menghentikannya dan melihatku saat dia bilang tidak ingin mengajari Joon Min lagi.

“Apa maksudmu seperti itu? Kau menyindirku?”

“Jika kau merasa tersendir itu sangatlah baik!”. Aku benar-benar sudah muak dengan semua ini. Sikap Jungshin berubah 180 derajat dan menjadi dingin padaku, jika aku menantangnya untuk berkelahi itu tidak mungkin karena disini ada Joon Min yang masih kebingungan.

“Joon Min~aa, kau mau bermain drum denganku?” Minhyuk memegang tangan Joon Min dan mengajaknya untuk bermain drum dengannya. Sepasang mataku melihat Minhyuk dengan sangat tajam, tetapi Minhyuk tidak mempedulikannya dan semakin dekat dengan Joon Min. Aku hanya diam memperhatikannya dan berusaha meredamkan emosi ku yang sudah membuat hatiku terbakar. Setiap detik, menit, aku memperhatikan gerak-gerik mereka berdua. Anehnya, Minhyuk mencoba memanasiku dengan cara lebih dekat dengan Joon Min.

“Joon Min~aa, pelajaran sudah cukup sampai disini! Jika ada waktu luang pasti aku akan mengajarimu, tetapi tanpa Jonghyun hyung!”

“Apa maksudmu? Kau mau merebut Joon Min dariku?” Aku mencoba mendekat dengannya dengan tatapan yang sangat tajam.

“Keurom? Kau tidak suka itu?” Mendengar ucapan itu, tanganku mengepal dan sangat ingin memukul wajahnya.

“Aku pikir kau datang padaku untuk meminta maaf, tetapi itu tidak kau lakukan karena kau memang gengsi. Apa kau tidak bercermin? Huh? Apa yang seharusnya kau lakukan jika mempunya kesalahan terhadap orang?” Tanpa basa-basi tanganku yang sudah mengepal sebelumnya menghantam pipi kiri Minhyuk sampai mulutnya sedikit mengeluarkan darah. Karena reaksiku, Yonghwa hyung mendorong tubuhku sampai terjatuh sedangkan Jungshin menggeret Minhyuk agar masuk ke kamarnya.

“Jong? Kau sudah gila? Kau menyakiti dongsaeng-mu sendiri!”

“Nugu? Aku tidak mempunyai dongsaeng seperti dia yang tega merebut yeojachingu hyung-nya sendiri, keurom siapa yang lebih gila?”

“Kau!! lebih baik kau keluar dari dorm ini. Kita tidak butuh namja kasar seperti mu!”

“Mwo? Kau mengusirku?”

“Ne, mungkin CN.BLUE akan bubar begitu saja!”

“Kau, kau tidak bercanda kan, hyung?”

“Jika kau melakukan sesuatu kau harus memikirkannya terlebih dahulu”

“Aratso, jika itu mau mu. Aku akan keluar dari sini!”. Aku keluar meninggal dorm dan mereka. Aku menghentikan langkahku saat seseorang mencegahku dengan cara memegang tangan kiriku, aku pun menoleh ke arahnya.

“Apa yang kau lakukan pada Minhyuk sunbae, oppa? Kau tahu bagaimana keadaannya sekarang? Rahang nya hampir retak karena pukulan mu yang terlalu keras! Nappeun namja!”

“Mwo? Kau mencegahku hanya untuk memaki-maki ku? Apa kau sudah selesai? Jika sudah aku akan pergi!”

“Oppa? Waeyo? Neomu nappeun!”

“Terus terang saja padaku, kau senang kan berada di dekat Minhyuk? Huh?”

“Mworago? Huh?”

“Jika kau merasa lebih nyaman dengan Minhyuk, aratso. Aku akan merelakanmu untuknya, dan aku akan pergi selamanya dihadapan mukamu!”. Aku pergi meninggalkannya dengan menggunakan motorku. Aku menghentikan motorku saat sampai di sebuah apatermen, aku masuk ke ruangan yang sudah aku pesan dan segera menjatuhkan badanku di tempat tidur yang sangat nyaman. Aku melihat handphone ku saat berdering, aku mendapatkan 1 buah sms dari Joon Min.

From: Joon Min

To: Jong Hyun

14-05-2011

09.20

Oppa, aku minta nanti malam jam 8 pm kau datang ke café chocolate. Aku ingin menemui. Jebal!

Setelah melihat pesan dari Joon Min, aku mematikan handphone ku dan beranjak untuk tidur berharap semua masalah ini hanya mimpi buruk. Setelah beberapa jam kemudian, aku terbangun dari tidurku dan melihat jam pada dinding. Jam menunjukkan pukul 9 pm.

“9 pm? Bukankah Joon Min menyuruhku ke chocolate’s café pukul 8 pm?”Aku segera mengambil handphone ku dan menyalakannya kembali. Aku membuka pesan dari Joon Min kembali untuk menge-checknya sekali lagi.

“Apa benar dia menungguku? Jika benar, berarti dia masih menungguku disana!” Aku pergi untuk mandi dan mempersiapkan semuanya, setelah semuanya siap aku segera memakai jaketku, mengambil handphone ku dan segera keluar untuk menemuinya. Aku berhenti saat hendak mengambil motorku karena malam ini hujan turun sangat deras, tetapi aku tetap akan menemuinya yang sudah menunggu terlalu lama.

Setelah sampai di café itu, aku segera masuk dan mencari Joon Min. Setelah cukup lama mataku mencarinya akhirnya aku menemukannya yang masih duduk murung untuk menungguku. Aku segera menemuinya tetapi tiba-tiba langkahku terhenti saat handphone ku berdering sangat keras. Aku melihat layer LCD ku dan segera mengangkat telephone karena seseorang telah menelponku.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo, Jonghyun~sshi? Dimana kau sekarang?”

“Aku berada di chocolate’s café sekarang, nuguseyo?”

“Aku manager Jun, cepat kau ke tempat biasa kita perform karena kau ada jadwal untuk itu!”

“Mwo? Bukankah hari ini sama sekali tidak ada jadwal untuk perform?”

“Apa kau benar-benar melihatnya? Kita harus segera kesini untuk perform dan jika tidak kalian dalam masalah besar!”

“Hajiman, aku tidak bisa datang hari karena aku sudah punya janji dengan orang lain”

“Jangan urusi urusan pribadimu terlebih dahulu. Ingat, kau harus memikirkan pekerjaanmu jika kau tidak segera datang kesini semua penonton akan complain!”

“Hajiman…” Belum sempat aku melanjutkan ucapanku, manager Jung sudah menutup telephone-nya. Aku sangat bingung, sebaiknya aku kembali untuk perform atau melanjutkan langkahku untuk bertemu dengan Joon Min. Aku pikir pertemuan ini tidak akan memerlukan waktu yang cukup lama dan akhirnya aku melanjutkan langkah kakiku untuk menemuinya. Saat aku sydah dihadapannya dia malah menunjukkan muka kusamnya.

“Mianhae aku terlambat dan membuatmu menungguku terlalu lama” Aku menundukkan kepalaku.

“Mwo? Apa yang kau lakukan selama 1 jum? Huh? Aku terlalu sabar menunggumu, oppa! Kau sudah keterlaluan! Aku sangat yakin kau akan datang dengan tepat waktu tetapi apa? Apa kau tahu aku menggigil kedinginan karena hujan yang sangat deras dan semua yang aku lakukan itu hanya untuk menunggumu! Aku sangat babo karena telah menunggumu! Sebaiknya aku pergi!” Aku mencegahnya pergi dan memegang tangan kanannya.

“Wae?” Katanya sambil melepaskan genggaman tanganku.

“Jebal, cukup hari ini saja semua orang memojokkanku dan aku mohon kau juga jangan memperlakukanku seperti ini!”

“Mwo? Memang siapa yang memojokkanmu? Tidak ada kan? Semua bersikap seperti ini karena sikapmu dan perbuatanmu!”

“Aratso, memang aku salah karena telah memukul Minhyuk tadi pagi tetapi apa aku harus diam saat melihatnya memegang tanganmu? Aku adalah namjachingumu! Aku hanya ingin kau tidak meninggalkanku dan kau hanya milikku, hanya itu! Apa aku benar-benar salah menyikapi semua itu?”

“Ne, kau salah besar! Aku dan Minhyuk sunbae hanya berteman. Alasan mengapa dia memegang tanganku karena dia ingin mengajariku bagaimana cara memainkan drum. Hanya itu! Inilah sifat buruk yang kau miliki dan aku sangat membencinya! Kau sangat egois, tidak mau memikirkan sesuatu masalah terlebih dahulu. Aku harap kau bias merubahnya. Jangan temui aku jika oppa tidak bisa merubah sifat itu menjadi lebih baik!” Dia pergi meninggalkanku yang masih terdiam kaku disini. Hatiku sangat sakit seperti ditusuk beribu-ribu pisau, tetapi aku adalah seorang namja dan aku tidak boleh menangis atau apapun, aku harus tetap tegar menghadapi semua permasalahan ini. Tanpa berpikir panjang aku pergi meninggalkan café itu dan menuju untuk perform. Setelah sampai aku masuk ke ruang ganti dan aku langsung disambut manager Jun dengan wajah yang sangat kusut.

“Kemana saja kau? Cepat ganti bajumu dan bersiap-siap untuk tampil, kau tahu semua penonton kecewa karena telah menunggumu!” Aku mengganti pakaianku dan diberi make up terlebih dahulu, setelah semuanya selesai aku mengambil gitarku dan masuk ke dalam panggung.

“Jonghyun? Kemana saja kau? Penonton sudah menunggumu setengah jam disini!”

“Memangnya jam berapa acara ini dimulai?”

“Jam 9 pm!” Aku melihat jam tanganku, jam menunjukkan pukul 9.30 pm. Aku merasa sangat bersalah terhadap semua orang yang ada di hidupku. Ketika perform akan dimulai, lagi-lagi semuanya kecewa karenaku. Tiba-tiba chip yang sudah aku bawa hilang dan aku kebingungan mencarinya. Aku mencari di kedua saku ku, tetapi tetap tidak ada chip yang aku temukan sampai salah satu penonton sangat merasa kecewa.

“Konser apa ini? Aku kira CN.BLUE sangat menarik dan bagus, tetapi apa? Kalian semua hanya membuang-buang waktuku!” Setelah mendengar itu manager Jun masuk ke panggung untuk memberikanku chip dan akhirnya kami bisa tampil dengan baik. Jam menunjukkan pukul 11.30 pm dan lagi-lagi aku membuat kesalahan ditengah-tengah perform. Tiba-tiba gitarku tidak bisa berbunyi dengan keras karena ada kesalahan pada sound nya. Semua penonton mengeluh kesal karena sering terjadi kesalahan akibatnya banyak penonton yang melempariku telur. Semua member CN.BLUE juga dilempari tetapi hanya aku yang paling banyak dilempari.

“Aku benar-benar kecewa dengan semua ini! Band apa ini?”. Aku menundukkan kepalaku dan berharap semua ini cepat selesai. Tepat pukul 12.00, tiba-tiba lampu studio mati dan semua orang menyalakan kembang api. Aku yang menundukkan kepala kembali melihat apa yang akan terjadi lagi.

“Saengil chukkahamnida, saengil chukkahamnida, saranghae Jonghyun~sshi, saengil chukkahamnida!”. Semua orang menyanyikan lagu itu untukku termasuk member CN.BLUE dan lagi-lagi aku dikejutkan oleh kedatangan Joon Min yang membawa kue tart untukku. Semua member CN.BLUE menghampiriku dan memelukku.

“Saengil chukkae!” Kata Joon Min sambil memberikan kue tart itu untukku. Mereka semua masih menyanyikan lagu itu untukku termasuk semua penonton yang ada di studio. Mereka semua menyuruhku untuk segera meniup lilin yang ada di kue tart. Mereka benar-benar berhasil membuatku sangat terharu sampai aku tidak bisa mengucapkan satu katapun.

“Hyung, apa kau tahu bahwa semua penonton ini hanya penonton bayaran?” Jungshin menunjukkan semua penonton itu dengan jari telunjuknya.

“Mwo? Jadi semua ini hanya tipuan belakang?”

“Ne, tentu saja. IT’S ALL JUST FOR YOU, BURNING !!” Jawab mereka serentak.

“Keurom, apa semua masalah yang aku hadapi mulai dari pagi sampai sekarang memang disengaja?”

“Hehehe, ne~.”Jawab mereka santai.

“Sebenarnya kamera menjadi rusak dan pukulan yang mendarat di pipiku itu tidak ada dalam daftar, sial!” Kata Minhyuk sambil memegangi pipinya yang membiru akibat kerasnya pukulanku.

“Aigoo, Mian. Jeongmal mianhae karena telah memukulmu dan membuat kameramu jadi rusak! Aku akan menggantinya!”

“Dan bagaimana caramu membayar pukulan ini?” Katanya sambil memajukan dagunya.

“Poppo!” Aku mendekatkan diri terhadapnya.

“Mwo? Andwae, ciuman pertamaku hanya untuk istriku! Andwae !!!” Aku mengejar Minhyuk yang sedang lari terbirit-birit menghindariku, sementara Yonghwa hyung dan Jungshin ikut mengejarku. Saat aku keluar dari studio dan berada di ruangan terbuka tiba-tiba. Duaaarrr !!!!!!. Suara petasan yang sangat hebat itu membentuk tulisan di awan. HBD JONGHYUN~. Melihat itu aku sangat tersanjung sementara Yonghwa hyung, Minhyuk, dan Jungshin yang ada di depanku sedang memberikanku sebuah “mehrong”. Setelah melihatnya, aku mengejar mereka yang lari bagaikan segerombolan semut yang akan kena air hujan. Bagaimanapun sifat mereka, sejelek apapun aku akan tetap setia dengan mereka dan CN.BLUE karena bagiku mereka adalah keluarga kedua.

THE END ~~ 🙂

Gimana readers? Bagus nggak?

Mian kalo ceritanya nggak nyambung, si author nggak ada feels sama sekali untuk buat FF .

Sekali lagi jeongmal mianhae *nunduk 180 derajat*

Aku juga mau bilang “Jeongmal gamsahamnida” buat readers sejatiku yang masih mau RCL meski FF nya nggak karuan ~ .. =.=”

One thought on “[FF/ONESHOT/FAMILY] JUST FOR YOU, BURNING !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s